Syarat Rukun Puasa Ramadhan, Sunah, Hikmah, Serta Hal Hal Yang Membatalkan Puasa


987 shares
Syarat Rukun Puasa Ramadhan, Sunah Puasa Ramadhan, Hikmah Puasa Ramadhan, Hal-hal Yang Membatalkan Puasa, ramadhan 2021, puasa 2021
Syarat Rukun Puasa Ramadhan, Sunah Puasa Ramadhan, Hikmah Puasa Ramadhan, Hal-hal Yang Membatalkan Puasa, ramadhan 2021, puasa 2021

Rukun Puasa Ramadhan- Ada dua rukun puasa Ramadan yang menjadi pedoman umat Muslim. Rukun puasa Ramadan tersebut meliputi:

1.Niat

Niat puasa ramadhan- Niat dan doa di bulan Ramadhan merupakan tahapan penting dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Niat dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Niat doa puasa Ramadhan diucapkan sebelum fajar tiba. Beberapa hadist menjelaskan juga bahwa niat bisa diucapkan malam harinya sebelum sahur atau setelah sholat tarawih.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Niat melaksanakan puasa harus dilakukan sebelum terbit fajar, bila tidak berniat sebelum fajar, maka puasa tidak sah. Anda harus mengikuti rukun puasa Ramadan satu ini bila tidak ingin puasa yang hendak dijalani menjadi sia sia.

  1. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

Rukun puasa Ramadan yang kedua adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar sampai waktu berbuka puasa. Rukun puasa Ramadan ini sesuai dengan firman Allah pada QS. Al Baqarah ayat 187 yang berbunyi.

Al baqarah ayat 187 ” Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. “

Hal-hal yang membatalkan puasa

  1. Sampainya sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan disengaja

Puasa yang dijalankan seseorang akan batal ketika adanya benda yang masuk dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam yang dalam istilah fiqih biasa disebut dengan jauf. Seperti mulut, telinga, hidung. Benda tersebut masuk ke dalam jauf dengan kesengajaan dari diri seseorang.

Lubang (jauf) ini memiliki batas awal yang ketika benda melewati batas tersebut maka puasa menjadi batal, tapi selama belum melewatinya maka puasa tetap sah. Dalam hidung, batas awalnya adalah bagian yang disebut dengan muntaha khaysum (pangkal insang) yang sejajar dengan mata; dalam telinga, yaitu bagian dalam yang sekiranya tidak telihat oleh mata; sedangkan dalam mulut, batas awalnya adalah tenggorokan yang biasa disebut dengan hulqum.

  1. Mengobati dengan cara memasukkan benda (obat atau benda lain) pada salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur)

Misalnya pengobatan bagi orang yang sedang mengalami ambeien dan juga bagi orang yang sakit dengan memasang kateter urin, maka dua hal tersebut dapat membatalkan puasa.

  1. Muntah dengan sengaja
    Jika seseorang muntah tanpa disengaja atau muntah secara tiba-tiba (ghalabah) maka puasanya tetap dihukumi sah selama tidak ada sedikit pun dari muntahannya yang tertelan kembali olehnya. Jika muntahannya tertelan dengan sengaja maka puasanya dihukumi batal.
  2. Melakukan hubungan seksual
    Bahkan, dalam konteks ini terdapat ketentuan khusus, puasa seseorang tidak hanya batal dan tapi ia juga dikenai denda (kafarat) atas perbuatannya. Denda ini adalah berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, ia wajib memberi makanan pokok senilai satu mud (0,6 kilogram beras atau ¾ liter beras) kepada 60 fakir miskin. Hal ini tak lain bertujuan sebagai ganti atas dosa yang ia lakukan berupa berhubungan seksual pada saat puasa.
  3. Keluarnya air mani
    Keluarnya air mani disebabkan bersentuhan kulit. Misalnya, mani keluar akibat onani atau sebab bersentuhan dengan lawan jenis tanpa adanya hubungan seksual. Berbeda halnya ketika mani keluar karena mimpi basah (ihtilam) maka dalam keadaan demikian puasa tetap dihukumi sah.
  4. Haid atau nifas
    Selain dihukumi batal puasanya, orang yang mengalami haid atau nifas berkewajiban untuk mengqadha puasanya. Dalam hal ini puasa memiliki konsekuensi yang berbeda dengan shalat dalam hal berkewajiban untuk mengqadha. Sebab dalam shalat orang yang haid atau nifas tidak diwajibkan untuk mengqadha shalat yang ia tinggalkan pada masa haid atau nifas.
  5. Gila
    Ketika gangguan kejiwaan terjadi pada seseorang di pertengahan melaksanakan puasanya, maka puasa yang ia jalankan dihukumi batal.
  6. Murtad pada saat puasa
    Murtad adalah keluarnya seseorang dari agama Islam. Misalnya orang yang sedang puasa tiba-tiba mengingkari keesaan Allah subhanahu wata’ala, atau mengingkari hukum syariat yang sudah menjadi konsensus ulama (mujma’ alaih). Di samping batal puasanya, ia juga berkewajiban untuk segera mengucapkan syahadat serta mengqadha puasanya.

Syarat Puasa Ramadhan

  1. Beragama Islam
    Puasa di bulan Ramadan wajib hukumnya bagi orang yang beragama Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Oleh karenanya, bagi mereka yang tidak beragama Islam, maka tidak wajib berpuasa.

Umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan karena ibadah ini menjadi salah satu rukun Islam. Dari Ibnu Umar ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Islam itu dibangun di atas lima (pondasi), yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan puasa di bulan Ramadan.” (HR. Imam Bukhari)

  1. Baligh
    Seseorang yang beragama Islam dan sudah baligh juga wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Adapun kriteria seseorang tergolong baligh berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Untuk laki-laki, ia bisa dikatakan baligh apabila sudah mengeluarkan mani, baik karena mimpi dalam tidurnya atau bukan karena mimpi. Sedangkan bagi kaum perempuan, batasan baligh adalah ketika mengalami menstruasi.

  1. Berakal Sehat
    Selain beragama Islam dan baligh, syarat selanjutnya seseorang diwajibkan puasa Ramadan adalah berakal sehat. Artinya seseorang itu waras alias tidak gila, baik gilanya karena kelainan mental atau sebab lainnya.

Dikatakan dalam sebuah hadis, “Tiga golongan yang tidak terkena hukum syari antara lain orang yang tidur sampai ia terbangun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

  1. Kuat menunaikan ibadah puasa
    Tidak bisa dimungkiri, puasa membutuhkan kesiapan mental maupun fisik. Jadi, seseorang yang wajib berpuasa adalah mereka yang Islam, baligh, berakal, serta kuat menjalankannya.

Dengan kata lain, mereka yang tidak kuat tidak diwajibkan berpuasa namun harus menggantinya atau membayar fidyah. Misalnya saja orang yang sudah tua, orang yang sedang sakit, ibu yang sedang hamil dan menyusui, musafir, dan mereka yang tidak kuat lainnya diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa.

  1. Sudah ada yang mengetahui masuknya bulan Ramadan
    Perhitungan masuknya bulan Ramadan adalah dengan menghitung atau melihat pergerakan bulan di langit. Kemudian, jika suatu wilayah sudah ada minimal satu orang yang adil, jujur, dan dapat dipercaya melihat hilal (bulan) masuknya bulan Ramadan, maka seluruh umat yang sudah memenuhi syarat di wilayah itu wajib berpuasa.

Oleh sebab itulah kita umat muslim khususnya yang ada di Indonesia harus selalu memantau perkembangan bulan atau informasi dari pemerintah agar bisa mengetahui kapan dimulainya bulan suci Ramadan.

Dengan demikian, apabila seseorang sudah memenuhi lima syarat wajib di atas, tetapi tidak berpuasa di bulan Ramadan, maka ia akan mendapat dosa.

Berikut beberapa sunnah-sunnah Puasa yang perlu kamu lakukan:

  1. Makan Sahur
    Meskipun sahur tidak wajib dilakukan, akan tetapi ada berkah dibaliknya jika kamu melaksanakannya. Sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah Saw:

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Makan sahurlah, karena sahur itu barakah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Makan sahur tetap disunnahkan walau tidak terlalu banyak, meskipun hanya segelas air putih saja. Rasulullah Saw bersabda:

Dari Abi Said al-Khudri RA. “Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad).

  1. Mengakhirkan Sahur
    Mengakhiri makan sahur hingga mendekati waktu subuh juga menjadi sunnah puasa. Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu’, “Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur”. (HR. Ahmad).

Rasulullah Saw telah menegaskan bahwa makan sahur memiliki banyak hikmah, salah satunya adalah agar puasa kita di siang hari menjadi semakin tahan dan kuat sehingga fokus menjalankan ibadah yang lain.

Rasulullah Saw bersabda: “Mintalah bantuan dengan menyantap makan sahur agar kuat puasa di siang hari. Dan mintalah bantuan dengan tidur sejenak siang agar kuat sholat malam.” (HR. Ibnu Majah).

  1. Menyegerakan Berbuka Puasa
    Disunnahkan dalam berbuka puasa untuk menta’jil atau menyegerakan berbuka sebelum sholat maghrib. Meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma.

Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi Saw bersabda, “Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa
    Rasulullah Saw bersabda:

“Siapa yang memberi makan (saat berbuka) untuk orang yang berpuasa, maka dia mendapat pahala seperti orang yang diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya.” (HR At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaemah).

  1. Membaca Al Qur’an
    Amalan sunnah puasa yang lainnya adalah perbanyak membaca Al Qur’an. Jibril alaihisalam mendatangi Rasulullah Saw pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al Qur’an. (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Memperbanyak Shadaqah
    Memperbanyak shadaqah sangat disunnahkan saat kita berpuasa. Rasulullah Saw adalah orang yang paling bagus dalam melaksanakan kebajikan. Dan menjadi paling baik saat bulan Ramadhan ketika Jibril As mendatanginya:

Rasulullah Saw itu orang yang sangat murah dengan sumbangan. Namun saat beliau paling bermurah adalah di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Menjaga Tutur Kata dan Anggota Tubuh
    Sunnah puasa adalah semua perbuatan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Saat puasa kita juga disunnahkan untuk meninggalkan semua perbuatan dan perkataan kotor yang akan membawa kepada kefasikan dan kejahatan.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya (puasanya).” (HR. Bukhari, Abu Daud, At Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah).

  1. Meninggalkan Nafsu dan Syahwat
    Ada nafsu dan syahwat tertentu yang tidak sampai membatalkan puasa seperti menikmati wewangian, melihat sesuatu yang menyenangkan dan halal, mendengarkan dan meraba. Meski pada dasarnya tidak membatalkan puasa selama dalam koridor syar’i, tetapi disunnahkan untuk meninggalkannya.

Contoh lain seperti bercumbuh antara suami istri selama tidak keluar mani atau tidak melakukan hubungan seksual, sesungguhnya tidak membatalkan puasa. Tetapi sebaiknya hal itu ditinggalkan untuk mendapatkan keutamaan puasa


Like it? Share with your friends!

987 shares

What's Your Reaction?

Unuseful Unuseful
0
Unuseful
Useful Useful
0
Useful
hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format