Babi Ngepet Di Depok Ternyata HOAX, Buat Iseng-Iseng Aja


747 shares

Narada. Babi Ngepet di Depok Nyatanya Rekayasa, Ustaz Penyebar Informasinya Ditangkap Polisi

Berita kemunculan babi ngepet di Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat, berakhir antiklimaks. Pada Kamis 29 April 2021, Polresta Depok mencap kehebohan itu selaku aksi penyebaran berita bohong.

Polisi membenarkan kabar soal aplikasi klenik tersebut hoax, setelah menghabiskan 10 jam melontarkan persoalan kepada 9 orang masyarakat. Adam Ibrahim, ustaz yang awal kali menyebarkan isu babi pencuri duit masyarakat, formal diresmikan selaku terdakwa penyebaran hoax. Adam merupakan wujud yang terekam berpidato dalam video viral menimpa babi ngepet bedahan.

Polisi menyebut Adam memutuskan mengarang cerita babi ngepet gara- gara menemukan laporan masyarakat di Bedahan kehabisan duit. Bekerja sama dengan 8 orang lain, dia memesan babi melalui web marketplace.

Babi Ngepet di depok hoax

“ Kami sampaikan seluruh yang telah viral 3 hari tadinya itu merupakan hoax, itu kabar bohong. Kejadiannya tidak semacam apa yang diberitakan,” kata Kapolresta Depok Imran Siregar pada konferensi pers, dikutip Detik.“ Terdakwa ini bekerja sama dengan kurang lebih 8 orang mengarang cerita tersebut, seolah- olah babi ngepet itu benar. Nyatanya itu rekayasa terdakwa serta sahabatnya. Terdakwa merekayasa dengan memesan secara online seekor babi dari pencinta fauna.”

Polisi belum menarangkan gamblang apa motif dibalik“ keisengan kelewatan” Adam serta rekan- rekannya. Tetapi pada Selasa( 27/ 4) kemarin saat sebelum dikuburkan, babi gelap yang dituduh selaku pencuri duit masyarakat ini pernah dikomersialiasi. Sejalan dengan asas ekonomi supply and demand, banyaknya jumlah masyarakat dekat yang penasaran memandang bentuk jenazah babi ngepet lalu dikenai tarif masuk.

“ Bayar Rp2 ribu tadi, terdapat masyarakat yang ngecrek membawa kardus. Cocok ingin gambar pula bayar Rp2 ribu lagi.[motor pengunjung] telah ramai di pinggir jalur motor parkir, serta terdapat petunjuk tulisan‘ babi ngepet’,” kata Ronny, salah satu masyarakat, kepada Merdeka. Dia menyebut masyarakat yang tiba cuma diberikan waktu satu menit buat memandang babi.

Narada babi ngepet hoax

Adam serta 8 kompatriotnya dapat jadi tidak menyangka hoax mereka hendak jadi atensi nasional. Serta sebagaimana seperti peristiwa viral lain, polisi merasa butuh turun tangan.

Pada Rabu( 28/ 4) kemudian, Polsek Sawanga menghadiri posisi penyembelihan‘ babi ngepet’ buat menemui Adam serta masyarakat dekat. Setelahnya, aparat memohon kuburan babi dibongkar buat memandang bentuk babi yang digosipkan menurun misterius. Sehabis dibongkar, bangkai babi hutan masih berupa babi dengan panjang 50 centimeter. Sementara itu terakhir, Pimpinan RW Abdul Rosad menyebut panjang babi saat sebelum disembelih merupakan 15 centimeter saja.

Polisi setelah itu memindahkan bangkai babi ke dekat markas Polsek Sawangan. Sebabnya, warga setempat masih saja menghadiri posisi pemakaman babi tersebut sehingga memunculkan kerumunan. Dari situ, polisi mengecek 9 orang, tercantum si pemimpin Adam, buat menguak kronologi sesungguhnya dari keramaian tersebut. Penyelidikan sepanjang 10 jam menguak kerusuhan babi ngepet cuma bohong semata.

Aktivis binatang liar Indira Nurul Qomariah, dikala dihubungi VICE, semenjak dini menyebut penangkapan serta penyembelihan babi diprediksi hasil klenik itu telah masuk jenis penyiksaan hewan walaupun argumennya merupakan kepercayaan seorang.

“ Permasalahan babi yang dibunuh serta anjing yang kakinya dipatahkan sebab dituduh terdapat ikatan dengan babi ngepet tercantum aksi penyiksaan hewan, melanggar kesejahteraan binatang. Satu dari 5 prinsip kesejahteraan binatang merupakan hewan wajib terbebas dari rasa sakit,” kata Indira, yang pula Biology Advisor di Centre for Orangutan Protection, kepada wartawan.“ Aksi penganiayaan hewan melanggar KUHP Pasal 302 ayat 2 tentang proteksi hewan, serta PP Nomor. 95/ 2012 Pasal 92 tentang kesejahteraan hewan.”

Indira meningkatkan, pembunuhan hewan sepatutnya dicoba buat mendatangkan khasiat. Misalnya, hewan ternak buat penuhi kebutuhan lemak serta protein hewani, hewan laboratorium buat uji coba obat serta vaksin, serta hewan yang sakit parah sehingga lebih baik dikorbankan buat mengakhiri penderitaan.

Problemnya, masyarakat memiliki alasan sendiri, terlebih kaitannya dalam permasalahan babi ngepet di Depok ini merupakan iman serta keyakinan pada perihal gaib.“ Aku tidak dapat mengganti keyakinan orang lain, namun hendaknya percayai suatu yang dapat membuat kita lebih manusiawi serta penuh welas asih. Tinggalkan keyakinan yang mendesak kita buat melaksanakan kekerasan,” tambah Indira.


Like it? Share with your friends!

747 shares

What's Your Reaction?

Unuseful Unuseful
0
Unuseful
Useful Useful
0
Useful
hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format