Di Tengah Pandemi, Surabaya Jadi Tujuan Wisata Pria Hidung Belang


837 shares

Narada ID – Objek wisata menjadi tempat yang sepi dikunjungi ketika pandemi Covid-19 saat ini. Namun nampaknya hal tersebut tidak berlaku bagi para pria pencari kenikmatan sesaat alias pria hidung belang.

Demi memuaskan dahaga para pria hidung belang, Surabaya dijadikan tujuan wisata pemuas syahwat di tengah wabah Corona. Baru-baru ini Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap praktik prostitusi online pada sebuah hotel di Gubeng, Surabaya.

Dalam penggrebekan tersebut, petugas berhasil meringkus tujuh orang muncikari beserta tujuh wanita penghibur. Tujuh muncikari yang diamankan ini adalah Edwin Mariyanto (21), Selvia Andriani (21), Edi Wiyono (21), Akmal Muyassar (19), Diah Nur Aini (24), M Rizky (21), dan Azis Haryanto (27).

Selain itu,  petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai hingga ponsel yang digunakan muncikari menawarkan wanita penghibur kepada kliennya.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra menjelaskan, dalam semalam, para muncikari ini membuka beberapa slot. Para muncikari juga membagi jam antara tamu satu dan tamu lainnya dalam satu hari. Hal ini untuk mengakali agar biaya hotel menjadi lebih murah.

“Mereka itu misalnya satu malam nih, kan Rp 450 ribuan nih hotelnya. Satu malam itu mereka buka beberapa slot, misalnya ada yang mau booking si cewek ini, dibatasi cuma sejam dari jam 7 sampai jam 8. Nanti jam 9 ada lagi,” jelas Agung dikutip dari detikcom, Kamis (14/5/2020).

Terungkap, pesanan para pria hidung belang lewat muncikari ini cukup banyak. Melalui aplikasi pesan MiChat, dalam beberapa hari kedepan, muncikari telah memiliki pelanggan dan telah diatur jadwalnya. Dari hasil penyelidikan, pelanggan prostitusi online ini pun cukup bervariasi dan bisa mencapai tujuh orang dalam sehari.

“Mereka dua hari ke depan sudah ada pelanggan. Jadi mereka sehari bisa melayani enam sampai tujuh orang,” ujar Agung.

Kini pihak Polrestabes Surabaya telah menahan tujuh muncikari tersebut. Sedangkan, untuk para wanita penghibur telah dibebaskan karena hanya berstatus saksi korban. Para pelaku prostitusi online ini akan dijerat dengan Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 dan/atau Pasal 296 KUHP dan/atau Pasal 506 KUHP. (eic)


Like it? Share with your friends!

837 shares

What's Your Reaction?

Unuseful Unuseful
0
Unuseful
Useful Useful
0
Useful
hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format